Beranda / Sumsel / Kapolda Sumsel Kurban di Lubuklinggau, Bobot Sapinya 1,1 Ton, Minta Dibagikan Untuk Masyarakat Membutuhkan

Kapolda Sumsel Kurban di Lubuklinggau, Bobot Sapinya 1,1 Ton, Minta Dibagikan Untuk Masyarakat Membutuhkan

LUBUKLINGGAU- Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho berkurban di Kota Lubuklinggau Sumsel pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Sapi yang diberi nama Guntama ini dibeli dari peternak lokal di wilayah Jogoboyo Kota Lubuklinggau dengan berat bobot mencapai 1.100 Kg

Direncanakan, sapi jenis Simental Cross ini akan dipotong di Masjid Agung As-salam.

Pemotongan akan dilakukan pada Hari Raya Idul Adha dan dagingnya akan dibagikan kepada warga sekitar terutama masyarakat kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dilingkungan masjid.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Adithia Bagus Arjunadi melalui, Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP M Kurniawan Azwar menyampaikan pemberian sapi kurban dari Kapolda Sumsel ini sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat Lubuklinggau.

“Sapi ini merupakan pemberian pak Kapolda untuk masyarakat Lubuklinggau,” ungkap Kurniawan pada wartawan, Senin (26/5/2026).

Kurniawan menyampaikan sapi ini sebagai bentuk perhatian pihak kepolisian terutama Polda Sumsel untuk masyarakat Lubuklinggau.

“Karena diharapkan dengan adanya pemberian ini menambah sinergi antara masyarakat dengan pihak kepolisian yang sudah terjalin baik selama ini,” ujarnya.

Sementara, Ketua Harian Masjid Agung As-salam, Herman Jaya menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak kepolisian karena telah berkurban di masjid Agung As-salam.

“Kita ucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian dalam hal ini Kapolda Sumsel, nanti untuk dagingnya kurban itu akan dibagikan untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Herman menyebutkan total saat ini jumlah kurban di Masjid Agung As-salam ada 8 sapi dan dua kambing termasuk punya Kapolda Sumsel.

Ia pun mengingatkan sebelumnya yang menjadi catatan bahwa untuk nama-nama calon penerima sudah terdata dan akan dibagikan sesuai dengan nama yang terdata.

“Dengan itu demi ketertiban panitia tetap pada prosedur yang sudah ditentukan, panitia kurban harus memberikan daging kurban kepada masyarakat sekitar yang sudah didata dan diberi kupon sebelumnya,” ujarnya. (Rls)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *